Budi Waseso Diduga Pernah Terjerat Kasus Diduga Pemalsuan?

budi-waseso-janji-tak-intervensi-kasus-bw-7NE9xlOWL8SURABAYANEWS.net – Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Budi Waseso yang kini masuk dalam bursa calon Kapolri, pernah terjerat kasus dugaan pemalsuan atau keterangan palsu pada 2012. Pelapornya adalah Kombes Jenmard Mangolui yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Utara (Sulut).

“Waktu itu Budi Waseso masih berpangkat Brigjen dan menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Mabes Polri yang mengurusi mutasi anggota Polri,” kata Wakil Koordinator Kontras Chrisbiantoro dalam keterangan pers di Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/15).

Kronologinya, pada 2012, Jenmard dimutasi ke Mabes Polri sebagai perwira non-job pada bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma). “Mutasi semacam ini biasanya dilakukan jika seorang polisi melakukan pelanggaran. Sementara Pak Jenmard tidak merasa melakukan pelanggaran. Dulu kami pernah ketemu beliau, dia cerita seperti itu,” ungkap Chrisbiantoro.

Selain Jenmard, masih ada 2 perwira lagi yang dimutisi ke bagian Yanma Polri kala itu. Mereka adalah Kombes Ishak Robinson Sampe (Irwasda Polda Sulut) dan AKBP Stephanus Lumowa (Kabid Propam Polda Sulut). Diduga, pemutasian ketiga perwira lantaran dugaan kasus suap yang dilaporkan Budi Waseso.

Selanjutnya, Jenmard melaporkan balik Budi Waseso ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pemalsuan atas keterangan palsu yang menjadi dasar mutasi pada Juni 2012. Namun ketika itu, Budi Waseso telah dipindahtugaskan sebagai Kapolda Gorontalo. “Saat itu Kabareskrimnya Pak Sutarman. Sampai sekarang kasus ini belum selesai,” ujar Chris.

Diharapkan, pihak Mabes Polri bisa melanjutkan dan menuntaskan kasus tersebut. Terlebih sekarang, Budi Waseso masuk dalam bursa calon Kapolri. “Ini harus dituntaskan. Pak Sutarman dan Pak Jenmard harus ditanya lagi,” pungkas Chris.