Jelang Akhir Masa Jabatan,Walikota Batu Kena OTT KPK

Surabayanews.net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa timur, kali ini yang menjadi sasaran adalah wali kota Batu, Malang Jawa Timur, Edy Rumpoko.

Tragisnya politikus PDI Perjuangan yang mencalonkan diri sebagai Bacagub/bacawagub Jatim itu ditangkap atas dugaan menerima suap saat menjelang masa kakhir tugasnya sebagai walikota Batu, 26 Desember mendatang.

OTT KPK terhadap Wali Kota Batu diduga terkait dugaan suap proyek mebeulair senilai Rp 5,9 miliar untuk pengadaan tahun 2017.

Selain menangkap wali kota Batu, KPK juga mengamankan dua orang lainnya dari pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap.

“Benar ada OTT Wali Kota Batu Malang dan dua dari pihak swasta (pemberi suap)” kata sumber internal KPK, Sabtu (16/9).

Menurut sumber tersebut, suap terkait proyek di Kota Batu. Namun, dia belum dapat menjelaskan, proyek apa yang menjadi akar dari suap tersebut.

“Terkait sejumlah proyek,” ujarnya.

Wali Kota Batu dan dua orang dari pihak swasta yang ditangkap tangan oleh KPK tersebut telah diterbangkan dari Kota Batu menuju Jakarta.

“Ketiganya udah dibawa ke Jakarta,” ujar sumber tersebut.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan, termasuk wali kota Batu, pihaknya mengamankan lima orang. Salah satunya merupakan pejabat pula.

“Sekitar 5 orang diamankan, termasuk kepala daerah dan pejabat unit pengadaan. Sejumlah uang juga diamankan. Diduga pemberian terkait dengan fee proyek di daerah setempat,” katanya.

Eddy Rumpoko merupakan wali kota Batu yang menjabat sejak 24 Desember 2007. Pada periode 2007-2012, dia didampingi wakil wali kota Budiono. Untuk melanjutkan kepemimpinannya di Batu, pada tahun 2012 dia maju kembali berpasangan dengan Punjul Santoso.

Pasangan Eddy-Punjul berhasil memenangkan pilkada Kota Batu 2012 dengan perolehan sebesar 46.724 suara (44,7%). Eddy Rumpoko dilantik menjadi wali kota untuk periode kedua berpasangan dengan Punjul Santoso pada tanggal 26 Desember 2012.

Jabatan Eddy akan habis pada 26 Desember mendatang. Menariknya, penggantinya merupakan istrinya sendiri, Dewanti Rumpoko.

Pasangan Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso unggul dan memperoleh 51.754 suara pada Pilkada Serentak lalu.Net