Kemenkes Akan Luncurkan Layanan Emergency Medis Di 27 Kota/Kabupaten

surabayanews.net

Kementerian kesehatan (Kemenkes) akan meluncurkan layanan emergency medis yang bisa diakses melalui telepon rumah maupun telepon selular pada Juli mendatang. Mayarakat bisa langsung melaporkan kejadian darurat medis melalui telepon ke 119.

“Masyarakat dapat melaporkan kejadian gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, misalnya terdapat kecelakaan. Bebas biaya,” kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Bambang Wibowo dalam keterangannya, Rabu (8/6/2016).

Bambang mengatakan, layanan tersebut merupakan hasil kerjasama Pusat Komando Nasional (NCC) Kemenkes dengan Public Safety Center (PSC) yang ada di kabupaten dan kota. Layanan tersebut akan mulai diluncurkan pada awal Juli mendatang di 27 lokasi di Indonesia.

“Alur pelayanan dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dimulai saat NCC menerima telepon dari masyarakat di seluruh Indonesia. Kemudian meneruskan ke PSC di kabupaten dan Kota yang akan segera menangani keadaan gawat darurat tersebut,” jelas Bambang.

Ke-27 Kota yang akan menjadi penerima awal layanan tersebut di antaranya:

1. Aceh
2. Medan
3. Kabupaten Bangka
4. Bandung
5. Yogyakarta
6. Solo
7. Kabupaten Wonosobo
8. Kabupaten Boyolali
9. Kabupaten Tulung Agung
10. Mataram
11. DKI Jakarta
12. Kabupaten Bangtaeng, Manado
13. Kabupaten Tangerang
14. Palembang
15. Kabupaten Bekasi
16. Bekasi
17. Makassar
18. RSUP Kandau, Manado
19. Tangerang
20. Kabupaten Sragen
21. Kabupaten Kendal
22. Kabupaten Cirebon
23. Kabupaten Tuban
24. Kabupaten Trenggalek
25. Denpasar
26. BPBD Bali
27. Kabupaten Badung, Bali. 

Layanan 119 sebetulnya dimiliki oleh Pemprov DKI, di mana pada tahun 2013 diluncurkan Gubernur DKI saat itu Joko Widodo untuk layanan kesehatan di Jakarta. Layanan itu terkoneksi dengan beberapa rumah sakit di Jakarta. Namun belum ada penjelasan soal layanan 119 DKI dengan yang akan diterbitkan Kemenkes.