Pengurus PWI Jatim Kunjungi Sejumlah Wartawan Senior

Para pengurus PWI Jatim saat di kediaman Dahlan Iskan
Para pengurus PWI Jatim saat di kediaman Dahlan Iskan

surabayanews.net

Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 tingkat Jawa Timur, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir bersama para pengurus PWI Jatim datang sowan ke sejumlah wartawan senior. Ini dilakukan sebagai upaya menjaga tali silahturahmi. 
Wartawan senior yang pertama kali dikunjungi adalah Dahlan Iskan.  Bos Jawa Pos Grub itu berpesan agar insan pers tetap menjaga nama baik. Dia menjelaskan, walau statusnya saat ini sebagai tersangka, hal itu tidak merusak nama baik pers karena kasusnya tidak ada hubungannya dengan pers. 
“Waktu ditunjuk menjadi dirut PLN saya melapor ke Pak Jacob Oetama (pendiri Kompas,red). Saya katakan kepada Pak Jacob bahwa saya tetap akan menjaga nama baik pers,” ungkap Dahlan Iskan kepada pengurus PWI Jatim di kediamannya, Sabtu (18/2/2017).

Saya tidak akan mencederai pers. Setelah jadi tersangka pun saya ke beliau dan berjanji akan mempertanggungjawabkan statusnya sebagai tersangka. Pak Jacob bilang kepada saya kalau saya tidak mencederai profesi wartawan,” kata Dahlan Iskan kepada para pengurus PWI Jatim di kediamannya.
Sementara, Hadiaman Santoso, mantan Pimred harian Surya, lebih banyak memberi supprot kepada wartawan agar tetap menjalankan profesinya dengan baik. 

“Sekarang ini banyak informasi-informasi hoax. Ini tugas wartawan untuk menetralisirnya,” ungkap nya. 
Sementara itu Amak Syarifuddin Wartawan senior yang pernah menjadi ketua PWI Jatim tahun 1974 juga memotifasi kepada wartawan muda untuk tetap berada di jalurnya. 

Amak sendiri bangga dengan profesi wartawan. Bahkan sangking cintanya pada dunia jurnalistik di usiannya yang sudah 86 tahun, ia tetap menulis. 

“Saya ini fanatik dengan PWI. Setiap saya mendengar kata PWI darah kewartawanan saya mengalir deras. Sebab, yang penting wartawan harus tetap menjaga etika jurnalistik,” kata Amak Syarifudin bersemangat.

Profesor Sam Abede Pareno, wartawan senior yang kini menekuni dunia akademis menilai bahwa wartawan memang harus profesional. Untuk mencapai itu perlu diuji secara bertahap sesuai tingkatannya. 

“Dulu pernah ada aturan sebelum menjadi anggota biasa di PWI para wartawan harus menjadi calon anggota lalu dites dan kemudian menjadi anggota biasa. Namun tahapan itu sekarang sudah tidak ada lagi. Kompetensi wartawan itu juga diuji oleh organisasi profesi wartawan,” terangnya. 

Akhmad Munir, Ketua PWI Jatim, menyebut silahturahmi yang dilakukan ini sekaligus bentuk dedikasi atas kiprah senior dalam dunia jurnalistik. Dalam kesempatam ini PWI juga memberikan sebuah piagam penghargaan.

“Kita akan rutim menggelar kegiatan silahturahmi pada senior.Mereka adalah para guru kami dalam dunia pers,” terang Munir.dw